Thursday, October 20, 2011
Apalah Arti Cinta
Apalah arti cinta
Bila aku tak bisa
Memilikimu
Apalah arti cinta
Bila pada akhirnya
Takkan menyatu
Sesulit inikah jalan takdir ku
Yang tak ingin kan kita bahagia
Bila aku tak berujung dengan mu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cinta ku
Jika kau tak izin kan aku bersama nya
Inilah saatnya aku harus melepaskan dirimuuuuuu
Ooohh , Tuhan tolong buang rasa cinta ku
Jika kau tak izin kan aku bersamanya
Hai, selamat bertemu lagi dengan tulisanku ya ! masih ingatkan aku nih siapa? Aku masih Dila, karena namaku memang belum diganti *jangan tertawa!*
Tulisanku kali ini menceritakan tentang pengalamanku, lebih tepatnya yaitu kisah kasih di SMA. Ini kan kisah kasih di SMA, tapi kok judulnya kaya yang sedih ya? Kita ikuti saja alur ceritanya ya, yuk mariiii . Sekian saja ya perkenalannya, udah gak tahan nih pengen ke alur ceritanya.
Salam cinta.
ladiAdila
Saat ini aku duduk dibangku kelas 2 SMA, sekolahku di SMA Negeri 1 Purwakarta. Sebelum masuk dan bersekolah disana sama saja seperti sekolah disekolah lain yaitu adanya perjuangan dari awal pendaftaran hingga…
Nah ini dia, hingga saat pertama Matrikulasi Pra Masa Orientasi Siswa. Kalian pasti tau lah, alay-alaynya anak SMP yang sekarang udah jadi anak SMA. Lirik kanan-kiri cari orang ganteng itu pasti. Gak luput sebentar lagi pun pasti udah ngecengin kakak seniornya. Alamaaaak, waktu itu aku punya pacar! Tapi gak apalah, toh kalau kata temen-temen aku tuh “Janur kuning belum melambai, Dil”. Ih bener banget lah itu, sebelum janur kuning melambai, kita masih boleh kan nyari-nyari jodoh kita dimana. Ngomong-ngomong jodoh kaya yang udah mau nikah aja gitu yaa?. SMA juga baru masuk Dila, SMP juga baru tamat kemarin masa udah nyari jodoh lagi. Waktu itu pacarku anak kelas 2, dia juga MPK ceritanya (tapi bodoamet). Aku ya aku, dia ya dia. Pacaran kaya orang musuhan, ya itu aku banget !! Gak pedulilah dia mau ngapain aku juga, dan yang aku tau kini AKU ANAK SMA !!. Teriaklah “Mamah, Mamah aku anak SMA”.
Hari pertama Masa Orientasi Siswa, waw kebayang kan yang namanya MOS kaya gimana?. Udah jelas dipikiran kalian pasti MOS itu ngegembel 3 hari, bener kan?.
Oh My God, itu bener-bener gembel sejagat raya. Dandanan udah gak karuan anehnya, enak banget yah yang jadi kakak kelas! Kita menderita, mereka? Ketawa-ketawa PASTI !. Walaupun keliatannya mereka jahat-jahat, tapi mereka baik loh sebenarnya. Ah sama aja kesan pertamanya gak enak, karena mereka doyan ngomel-ngomel adik kelas yang salah bawa peralatan. Dan apa yang harus dibawa pada saat itu? Kantong keresek yang super duper Gede ! dari mana itu semua??????. Semuanya bertanya-tanya, berjuang dan terus berjuang karena takut sama kakak-kakak senior (Penegak Disiplin). Ampun apaan lagi sih itu? Ya itu mereka yang doyan ngomel-ngomel kalau kita salah bawa barang !!.
Mereka jahat, nyeremin, nyebelin, gak tau diuntung, gak tau terima kasih, gak tau kalau kita capek, gak tau kalau kita itu udah gak sanggup ngerjain semua tugas-tugas MOS untuk 2 hari yang akan datang.
Di hari ke 2 aku diajarin 5S5P, salam, sapa, sopan, senyum atau apalah aku lupa banget !. Gak aku inget-inget karena buat apalah menurut aku, soalnya emang aku tuh judes tralala-trilili. Nah di hari kedua ini kita pengenalan eskul di sekolah baru kita ini. Kalian tau gak sih? dari hasil lirik-lirik itu selama matrikulasi yang 3 hari, terus sekarang udah masuk MOS hari ke 2, aku nemuin orang yang menurutku meraniiiiiiiik banget
Siapakah dia? Seperti apakah dia? Dag.. dig… dug…
Menarik banget kalau kalian liat secara asli anak ini
Mau tau gak namanya siapa? Ayo-ayoo, aku juga tau namanya setelah sekolah mulai berjalan satu setengah semester. Saat itu aku liat bet namanya pas dia lagi diem dibawah pohon beringin menuju kantin, Oh God siapa cing namanya? Namanya Muhammad Jibril Sobron . Unyu banget ya namanya? Kaya orangnya . Pas itu dia udah menetap di Sepuluh Enam, dan aku menetap di Sepuluh Sepuluh. Jauuuuuh sekali yah kita, bangunan kelasnya pun berbeda. Tah aku paling demen kalau udah gak ada guru, dan bertengger diluar mandangin dia. Alamaaaaaak ganteng kali bak pangeran sedang mencari putrinya di luar singgasana *ups kejauhan ya? Ya maklum lah beginilah alaynya orang yang lagi jatuh cinta . Perasaan banyak senyumnya yah ini? Biarlah ya, senyum ibadah, apalagi kalau senyumnya sama Jibril ibadah banget kayanya. Tiap kulirik dia, aku selalu mikir dan berkata dalam hati “Subhanallah, ini orang ganteng ini orang mirip Musa”. Ini orang mengalihkan duniaku YaAllah. Serasa aku nih menemukan seorang malaikat lagi yang dulu hilang entah pergi dengan siapa. Jibril.. jibril.. jibril.. oh tolonglah aku yang jatuh cinta padamu. Kelasku khususnya Sepuluh Sepuluh, mereka udah tau kalau aku suka dan cinta banget sama Jibril, aku nganggap Jibril itu segalanya. Sebenarnya menganggap orang yang kita suka segalanya itu gak boleh, kenapa? Karena Allah bisa saja iri dan mungkin aja Allah nanti ngambil Jibril dari aku. Ya Allah Jibril itu ganteng, Jibril itu nyaris sempurna tetapi tak mengalahkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Satu tahun sudah kulewati dengan tetap mengagumi Jibril, Subhanallah semoga cintakku pada Jibril tak sebesar cintakku kepada Allah .
Kini kampusku sudah bukan di Singawinata lagi, aku kini di kampus 2 Siliwangi. Kita satu angkatan, termasuk Jibril juga ada di kampus Siliwangi. Aku sudah tak bisa bertengger untuk memandangnya lagi. Kini kelasku hanya terhalang oleh satu kelas saja, aku di IPA3 dan Jibril di IPA1. Aku pikir aku sudah memendam rasa ini satu tahun yang lalu, Jibril juga sudah sering diteriki oleh teman-temanku. Mungkin dia tau aku yang mana, mungkin juga dia tau aku menyukainya . Aku senang, aku bahagia, tapi kadang juga malu kalau aku harus ketemu temen yang ada di IPA1. Temanku di IPA1 selain Nita dan Rinrin, Sabil ya iya Sabil. Sabil baik dan support banget sama aku buat dapetin Jibril. Dia kasih aku no Handphonenya. Dan kalian tau? Kita sms-an, tapi yaaaa gitu cuek banget Jibrilnya . Aku pikir aku mungkin tak menarik buat dia, tapi aku berani mengungkapkan kalau dia itu sangat menarik untukku. Hingga akhirnya aku menyerah untuk mendapatkan Jibril, aku mundur setengah langkah untuk menjaga jarak sama dia. Seperti lirik ini …
Inilah saatnya aku harus melepaskan dirimuuuuuu
Ooohh , Tuhan tolong buang rasa cinta ku
Jika kau tak izin kan aku bersamanya
Karena aku tau bahwa dia tak inginkan aku untuk ada buat dia. Nah mendadak bijak kan aku? Biasa orang putus cinta suka mendadak bijaksana kaya Mario Teguh. Aku mulai kecewa, dan kini aku memiliki prinsip hidup untuk mendapatkan Jibril. Aku berdoa disetiap malamku
Ya Allah, aku menyukai dan mencintai Jibril karena Allah.
Jika Allah mengijinkan kita bersama,
Aku akan terima itu
Jika Allah tak mengijinkan kita bersama,
Mungkin aku harus merelakannya
Namun aku akan terus berusaha agar Allah mengijinkan aku untuk bersama Jibril J
Yassalam, setelah aku berpikir bahwa Allah itu tak mengijinkan aku untuk bersama Jibril, ternyata ada keajaiban lain dibalik itu semua. Bener ya kalau Allah itu menyuruh kita untuk mengejar dan berusaha agar kita mendapat hasil yang memuaskan, tapi tak lepas dari itu kita harus terus berdoa dan lebih sering berpasrah diri. Biarkan semuanya mengalir seperti air yang tak henti-henti hingga bermuara pada suatu tempat. Nyaris seperti lirik ini ya…
Bila aku tak berujung dengan mu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Keajaiban apa yang telah terjadi padaku? Setelah sekian lama aku yang memohon agar aku satu kelas dengan Jibril, kini aku beneran sekelas meski itu di tempat les tapi itu mampu membuat semangatku kembali hidup saat aku terjatuh. Saat terjatuh karenanya, dan kini aku bangkit karenanya. Semua itu berkat Allah, yang telah mengijinkan kita bersama. Entah itu sampai kapan, tapi itu membuatku selalu bersyukur bahwa Allah telah mendengar doa hambanya yang ingin terus berusaha dengan sungguh-sungguh. Kalian juga bisa seperti aku, asalkan kalian yakin bahwa dia adalah yang terbaik, dan kita berusaha dengan sungguh-sungguh serta memperbanyak doa dan berpasrah diri. Hanya itu usaha kita sebagai manusia, kita hanya bisa menunggu keajaiban dan takdir kita. Terima kasih Ya Allah Engkau akan selalu ada dihatiku, terima kasih Jibril Engkau mengajarkan aku untuk mencintaimu karena Allah.
-Good bye-





45
football-disorder





